Heboh! Ini Tindakan Yang Diambil Pihak Taman Safari Terhadap Oriental Circus Indonesia!
- Share
- April 20, 2025 at 9:34 PM
OCI Kembali Muncul ke Publik, Taman Safari Indonesia Tegaskan Tidak Terlibat
Nama Oriental Circus Indonesia (OCI) kembali mencuat di ruang publik. Namun kali ini, bukan karena aksi panggung memukau atau pertunjukan akrobatik nan megah. Sorotan datang dari kesaksian memilukan sejumlah mantan pemainnya, yang mengungkap pengalaman traumatis selama bertahun-tahun berada di bawah naungan sirkus tersebut.
Salah satu suara yang menggugah datang dari Butet, perempuan yang sejak usia belia menjadi bagian dari OCI. Dalam audiensi yang digelar Kementerian Hukum dan HAM, Selasa (15/4/2025), Butet menyampaikan kisahnya. Ia mengaku pernah dirantai dengan rantai gajah hanya karena dinilai tampil buruk saat pertunjukan. “Kalau main saat show tidak bagus, saya dipukuli. Pernah dirantai pakai rantai gajah di kaki, bahkan untuk buang air saja saya kesulitan,” ungkapnya di hadapan Wakil Menteri HAM, Mugiyanto.
Taman Safari Diseret, Klarifikasi Langsung Diberikan
Di tengah sorotan terhadap dugaan kekerasan di OCI, muncul narasi lain yang menyeret nama Taman Safari Indonesia ke dalam pusaran isu. Sejumlah unggahan di media sosial mengaitkan keberadaan eks pemain sirkus dengan lembaga konservasi satwa tersebut, meski tak disertai dengan bukti atau penelusuran fakta yang jelas.
Menanggapi hal ini, pihak Taman Safari Indonesia menyampaikan klarifikasi resmi. Melalui keterangan tertulis yang disampaikan Head of Media and Digital, Finky Santika Nh, pada Rabu (16/4/2025), perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak memiliki hubungan bisnis, kerja sama, atau afiliasi apa pun dengan Oriental Circus Indonesia maupun eks pemainnya.
“Taman Safari Indonesia Group adalah badan usaha berbadan hukum yang berdiri secara independen dan tidak terafiliasi dengan pihak yang dimaksud,” tegas Finky. Ia juga menekankan bahwa penyebutan nama individu dalam forum audiensi bersifat personal dan tidak mewakili lembaga tempat mereka bekerja saat ini.
Komitmen terhadap Tata Kelola dan Etika Bisnis
Taman Safari Indonesia juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), kepatuhan hukum, serta etika bisnis. Selama lebih dari empat dekade, lembaga ini dikenal sebagai pionir konservasi satwa liar di Indonesia, sekaligus menjadi pusat edukasi dan destinasi wisata yang mengedepankan nilai-nilai pelestarian lingkungan.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersikap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di ruang digital dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang tidak memiliki dasar fakta maupun keterkaitan yang jelas,” ujar Finky.
Masyarakat Diminta Tak Tergesa Menyimpulkan
Wakil Menteri Hukum dan HAM, Mugiyanto, dalam pernyataannya menyebut bahwa kesaksian para mantan pemain sirkus membuka kemungkinan terjadinya pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia. Ia menyampaikan komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti laporan tersebut dengan mendalami keterangan dari berbagai pihak yang disebutkan.
Namun di tengah upaya mencari keadilan bagi para korban, publik diimbau untuk tidak serta-merta menarik kesimpulan tanpa dasar. Di era digital yang serba cepat, penyebaran informasi termasuk yang tidak diverifikasi berpotensi menciptakan bias dan merugikan pihak-pihak yang sebenarnya tidak terlibat.
Menjaga Reputasi di Tengah Arus Informasi
Taman Safari Indonesia menyatakan akan terus menjaga prinsip transparansi dan keterbukaan dalam menghadapi setiap isu yang muncul. Klarifikasi yang mereka sampaikan bukan sekadar bentuk pembelaan, melainkan juga upaya menjaga integritas perusahaan yang telah berdiri selama puluhan tahun.
Di tengah simpati publik terhadap para korban OCI, penting untuk memastikan bahwa proses penegakan hukum tidak menimbulkan korban baru akibat penyimpulan yang terburu-buru. Klarifikasi yang jelas dan berbasis fakta adalah bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga ruang publik tetap sehat, adil, dan berimbang.
Foto: ntvnewsid